9:51 pm - Saturday July 12, 2014

Kinerja Timsel Dipertanyakan

Written by | July 4, 2013 | 0
KPU
Single content advertisement top

BANTAENG, RS — Sejumlah warga Kabupaten Bantaeng mempertanyakan pelaksanaan seleksi calon komisioner KPU Bantaeng yang dinilai tidak berlangsung demokrasi. Pasalnya, sejumlah nama Tim seleksi calon komisioner KPU Bantaeng, yang tidak diketahui oleh para calon.
Salah seorang warga, Erni, mengatakan, agar dapat memenuhi kompetensi dan kualitas anggota KPU yang memadai, penting dilalakukan pengawasan dan pemantauan terhadap proses seleksi anggota KPU Bantaeng mengingat banyaknya anggota Timsel yang berasal dari luar daerah Bantaeng. Apalagi, kata dia, sejumlah komisioner incumbent dikabarkan masih ingin ikut dalam proses seleksi anggota KPU. “Seleksi anggota KPU harus dilakukan secara transparan, karena KPU adalah lembaga independen,” katanya, Kamis 4 Juli.
Menurut dia, untuk memaksimalkan kualitas anggota KPU yang ikut dalam proses seleksi melalui Timsel, juga dibutuhkan peran serta masyarakat Bantaeng untuk ikut melakukan pengawasan, agar proses seleksi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Masyarakat juga harus ikut mengawasi kerja Timsel, jangan sampai keluar dari koridor yang ada,” tambah Erni.
Senada dengan yang disampaikan Armin, warga Jalan Seruni, Kelurahan Tappanjeng. Mantan pengawas Pemilu Kelurahan Tappanjeng ini mengatakan, kekhawatiran sebagian warga di daerah ini terkait proses seleksi tidak transparan, bisa saja dibuktikan. Karena, kata dia, lima orang anggota Timsel yang ditunjuk itu tidak melalui pleno di KPU. Sehingga, publik dan DPRD Bantaeng harus mengawal kinerja Timsel. “Proses pembentukannya saja sudah salah, makanya kinerja juga harus diawasi,” ujar dia.
Ketua Komisi I DPRD Bantaeng, Anas Hasan, mengatakan tim seleksi, yang sudah terbentuk, perlu dikawal mengingat kepentingan pesta demokrasi. Seperti Pemilihan Legislatif (Pileg), pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada 2014 mendatang.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, pentingnya pengawasan itu agar para komisioner yang dihasilkan benar-benar kredibel dan professional. “Kita berkeinginan hasil pesta demokrasi berkualitas serta jurdil. Untuk itu wajib diperlukan para komisioner yang memiliki intergritas yang tinggi,” Jelasnya. Tetapi kalau prosesnya yang sudah diawali dengan cara-cara yang tidak sehat, yakni pembentukan tim seleksi yang proses awalnya sudah tidak transparan dan penuh rekayasa, bagaimana kita bisa mau hasil yang bagus,” tegasnya.(har/nir)

Single content advertisement bottom
Rubrik: Radar Bantaeng

No comments yet.

Leave a Reply