Beranda Seputar Perjalanan Haji JCHI Asal Bulukumba Lempar Jumrah

JCHI Asal Bulukumba Lempar Jumrah

Senin, 12 Agustus 2019, 19:02 WITA

Laporan: Muhammad Yusuf Shandy

MAKKAH, RADAR SELATAN — Sebanyak 432 Jamaah Calon Haji Indonesia (JCHI) asal Kabupaten Bulukumba yang tergabung dalam kloter 6 UPG Makassar telah melakukan lempar jumrah aqabah, Minggu, 11 Agustus 2019 siang. Dengan menempuh jarak antara pemondokan dan jamarat (lokasi melontar jumrah) sekitar 7 kilometer.

Dalam laporannya, TPHD Bulukumba, Muhammad Yusuf Shandy menceritakan usai melontar jumrah aqabah, para jamaah langsung melakukan tahallul awal, yang ditandai dengan mencukur sebagian rambutnya.

“Beberapa di antara mereka bahkan menggundul kepalanya. Dengan tahallul awal tersebut, para jemaah haji boleh melepas pakaian ihramnya lalu menggantinya dengan pakaian biasa,” katanya.
Sementara itu, menurut TPHI kloter 6 UPG Makassar, H. Ali Yafid, melempar jumrah aqabah termasuk bagian dari wajib haji yang harus dilakukan oleh setiap orang yang menunaikan ibadah haji.
“Melempar jumrah aqabah termasuk perkara wajib yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Aqabah merupakan jamarat yang peling dekat ke Ka’bah,” ujarnya.

Menurut Kakan Kemenag Bulukumba itu, melontar jumrah Aqabah dilakukan dengan melempar tujuh biji kerikil pada hari Nahr (Idul Qurban), sementara pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 dzulhijjah, jemaah akan melontar pada ula, wustha dan aqabah, masing-masing menggunakan tujuh biji kerikil.
“Sehingga jumlah total kerikil yang kita gunakan melontar pada hari-hari tasyrik sebanyak 42 biji,” terangnya.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Maktab 20, Kloter 6 UPG melontar jamrah aqabah pada hari Ahad sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Adapun pada hari Senin, 11 Dzulhijjah, melontar akan dilaksanakan pada jam 10.00 waktu setempat. Sedangkan pada hari kedua belas Dzulhijjah, pelemparan jumah akan dilakukan pada pukul 06.30 waktu setempat.

Sekadar informasi, kloter 6 UPG akan mengambil nafar awal, yaitu kembali dari Mina ke Makkah pada tanggal 12 Dzulhijjah, untuk melakukan tahallul tsani atau tahallul akbar.
Tahallul akbar ditandai dengan melakukan thawaf ifadah dan sai antara shafa dan marwah. Dengan selesainya kedua amalan tersebut, maka sempurnalah pelaksanaan haji para jamaah. Dan segala sesuatu yang dilarang selama ihram, sudah boleh dilakukan, termasuk melakukan hubungan suami istri. (ria/has)