Beranda Seputar Perjalanan Haji Juru Dakwah Rutin Beri Bimbingan Keagamaan

Juru Dakwah Rutin Beri Bimbingan Keagamaan

Jumat, 2 Agustus 2019, 17:08 WITA

Laporan: Muhammad Yusuf Shandy

MAKKAH, RADAR SELATAN — Dalam rangka memanfaatkan waktu menunggu puncak pelaksanaann haji, sejumlah juru dakwah dari Kementerian Agama Saudi Arabia mendatangi hotel-hotel dan tempat penginapan Jemaah Calon Haji Indonesia (JCHI) untuk memberikan bimbingan keagamaan.

Dalam laporannya, TPHD Asal Kabupaten Bulukumba, Muhammad Yusuf Shandy menceritakan, di Hotel 203 Jauharah 2 misalnya, setiap usai salat duhur, Syeikh Ali Al-Dusaemani, Dai dari Kementerian Agama Saudi tampil memberikan ceramah Agama dengan berbagai tema yang terkait dengan pelaksanaan ibadah haji dan lainnya. Syeikh Ali Al-Dusaemani didampingi penerjemah dari pelajar Indonesia yang bermukim di Saudi Arabia.
Pada Kamis, 1 Agustus lalu, Syeikh Ali secara khusus membahas tentang keutamaan 10 hari awal bulan Dzulhijjah.

“Sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus dan istimewa dibanding hari-hari lainnya,” ujarnya di hadapan ratusan jemaah dari berbagai kloter Embarkasi Makassar.
Keutamaan tersebut sambungnya, dengan terang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang menyatakan, “Tiada amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT dibanding dari pada amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari awal Dzulhijjah),” ucapnya menirukan sabda Rasulullah SAW.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa dalam rangka memaksimalkan hari-hari istimewa tersebut, kaum muslimin, khususnya para JCHI memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah, salat sunnah, dzikir, doa, sedekah, dan tilawah alquran.

“Salah satu amalan paling afdal adalah mengkhatamkan alquran pada hari-hari istimewa ini,” bebernya.
Selain itu, khusus bagi jemaah yang berniat untuk melaksanakan kurban pada tahun ini, dia berharap agar para jemaah memperhatikan berbagai larangan yang harus diperhatikan, seperti larangan memotong kuku, rambut dan bulu bagi yang akan kurban.

“Ini adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW dalam berkurban,” terangnya.
Para jemaah yang menginap di hotel ini, baik yang dari Bulukumba, Sidrap, Takalar, Maros dan Papua pun sangat berterima kasih dengan adanya acara pengajian ini.
Sekadar informasi, selain ba’da duhur, acara kultum ini juga dilakukan setiap ba’da ashar dan magrib, guna memberikan bimbingan keagamaan bagi para jemaah. (ria/has)