Beranda Kuliner Proses Roasting 30 Persen Menentukan Citarasa Kopi

Proses Roasting 30 Persen Menentukan Citarasa Kopi

Setiap tahapan pengolahan kopi punya kontribusi dalam membentuk cita rasanya, salah satunya proses roasting sangrai yang punya tingkatannya sendiri.

•  Penulis : | Senin, 17 Agustus 2020, 20:36 WITA
ROASTING. Owner Ondeway Coffee Stadion, Andi Awal Irsyad melakukan proses roasting dari green bean Kopi Kahayya.

RADAR SELATAN — Mengolah kopi butuh ketelitian kesabaran yang konsisten untuk menghasilkan kopi berkualitas. Mulai dari proses panen, pengupasan kulit ceri, pengeringan, pemisahan dari kulit gabah menjadi green bean kopi, hingga pada proses roasting atau sangrai. 

Dijelaskan Owner Ondeway Indonesia, Andi Awal Irsyad, para penikmat kopi menginginkan kelezatan dan aroma dari karakteristik yang dimiliki kopi.

Untuk itu proses kopi tidak dilakukan secara asal karena semua tahapan punya kontribusi dalam membentuk citarasanya. Petani menentukan 60 persen yakni dari proses panen hingga pasca panen, 30 persen dari proses roasting dan 10 persen dari baristanya. 

“Kopi itu rasanya tergantung dari bagaimana kita memperlakukannya,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Pada tahapan sangrai, Awal menjelaskan tingkatannya mulai dari Light, Medium, hingga Dark. Pemilihan tingkatan roasting untuk green bean kembali pada kebutuhan penikmat kopinya.

Pada  tingkatan Light Roast yang berwarna coklat muda cenderung punya cita rasanya yang asam, aroma sangrai kurang tercium, tahapan pertama biji kopi yang telah di sangrai beberapa menit akan sedikit mengembang.

Light roast merupakan fase dalam roasting yang memiliki tingkat kematangan paling rendah.

Biji kopi akan memiliki warna coklat terang karena proses penyerapan panas yang dilakukan tidak terlalu lama, minyak juga tidak muncul pada biji kopi dan biji kopi cenderung kering.

Tingkatan roasting ini cocok bagi  orang yang menyukai rasa kopi mencolok.

Tingkatan Medium Roast punya citarasa manis dan aroma asap penyangraian sangat tajam tercium.

Alasannya, biji kopi banyak mengeluarkan asap sehingga warnanya makin hitam sampai berminyak dan kandungan gula mulai berkarbonisasi.

Medium Roasting merupakan tingkatan roasting yang paling banyak digunakan. Biji kopi akan berwarna lebih gelap apabila dibandingkan dengan light roast tetapi lebih terang apabila dibandingkan dengan dark roast.

Sama seperti light roast, pada medium roast biji kopi tidak mengeluarkan minyak pada permukaannya. Selain caffeine yang lebih rendah, medium roast menghasilkan kopi yang cenderung balance aroma, balance keasaman dan menghasilkan banyak rasa

Untu tingkatan Dark Roast merupakan tingkatan paling matang pada proses roasting kopi, jika melebihi proses tersebut maka kopi tidak lagi enak.

Pada dark roast biji kopi hasil roasting mengeluarkan minyak pada permukaannya. Rasa kopi juga akan cenderung pahit dan menutupi rasa khas dari masing-masing kopi.

Bagi yang menyukai  kopi dengan kekentalan (body) kopi yang tebal, sangat cocok dengan profil dark roast.

Untuk hasil yang lebih baik lagi kopi perlu diresting atau diistirahatkan. Waktu yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan, namun minimalnya sehari. Idealnya dikonsumsi setelah tiga bulan setelah roasting.