Beranda Kesehatan CSC Hadirkan Stem Cell Quantum Pertama di Asia

CSC Hadirkan Stem Cell Quantum Pertama di Asia

•  Penulis : | Rabu, 28 Oktober 2020, 10:14 WITA

JAKARTA, RADAR SELATAN — Masyarakat Indonesia saat ini tidak perlu lagi ke luar negeri untuk melakukan terapi stem cell atau menyimpan Tali darah pusat (bank cell). Prof dr Deby Vinski, MSc, PhD, Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia sebagai anak bangsa terpanggil menghadirkan terobosan pelayanan stem cell bertaraf dunia pertama di Asia. Namanya Celltech Stem Cell Laboratory (CSC) yang berlokasi Vinski Tower, di Jalan Ciputat Raya No. 22A Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Vinski Tower merupakan gedung 10 lantai yang menjadi Pusat Anti aging Dunia di Indonesia. Dan seperti diketahui, Vinski Tower diresmikan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia Drs. H. M. Jusuf Kalla pada 23 Juli 2016 lalu. Kini Vinski Tower telah menjadi pusat anti-aging dunia dan menjadi tujuan Medical Tourism di Indonesia. “Perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri medic ini mengembangkan usaha di bidang jasa pelayanan kesehatan, khususnya bidang penelitian, pengembangan dan produksi sel punca (stem cell) untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan seluruh dunia,” ujar dr Wachyudi Muchsin SH, Marketing Communication Celltech Stem Cell Laboratory (CSC).

Lanjut dokter Yudi , CSC fokus melayani seluruh wilayah Indonesia dan seluruh dunia . Teknologi yang digunakan CSC dengan metode closed system berbasis digital, sehingga sel yang dihasilkan kualitasnya lebih terjamin, akurat, dan mengurangi risiko kontaminasi dari hal yang tidak terduga.

“Metode ini juga mengurangi terjadinya human error terlebih lagi CSC menggunakan teknologi Quantum Autologues Stem Cell,” katanya.
Hal ini dilakukan karena CSC merupakan laboratorium riset, pengolahan, dan penyimpanan sel punca yang berada di Indonesia yang telah memiliki izin operasional dari Kemenkes, dan satu-satunya laboratorium yang terakreditasi WOCPM (World Council of Preventive Medicine) atau yang lebih dikenal sebagai Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia.

WOCPM berperan sebagai Dewan Dunia untuk bidang Akreditasi dengan memberikan penilaian dan akreditasi untuk Rumah Sakit, Klinik, Kongres/Seminar, Universitas, Makanan, Obat, Mesin dan sebagainya.
Kemajuan pesat dalam layanan medis modern untuk akreditasi termasuk Terapi Hormon, Pemulihan Bioidentikal Hormon, Peptide Bioregulator, Stem Cell Closed Sytem and Stem Cell, Banking Cord Blood and Tissue; HLA Stem Cell Transplant, Stem Cell 3 D Printing Organs, Quantum Medicine; Medical Spa, Probiotics, Detoxification Therapy, Genomic & Amp; Nutri Genomic Therapy, Genetic Polymorphism Genetik, dan juga untuk Instrumen dan peralatan rumah sakit, klinik / pusat di bidang Kedokteran Preventive, Regeneratif dan Anti-Penuaan, dimana secara internasional diakreditasi oleh WOCPM.

Prof dr Deby Vinski, MSc, PhD, Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) dan presiden direktur Celltech Stem Cell Laboratory (CSC) dalam keterangan resminya yang diterima redaksi RADAR SELATAN mengatakan bahwa di CSC menghadirkan Closed system. Ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan dilengkapi dengan Quantum Stem Cell terbaru. “Bahkan Singapura pun belum memilikinya ini pertama di Asia ,” ujarnya .
Closed system ini pun memungkinkan jumlah stemcell ratusan juta untuk keberhasilan terapi yang lebih optimal serta sterilitasnya yang terjamin karena semua dengan sistem tertutup. Di samping adanya alat terbaru yang dapat menghitung dan memotret stemcell dari masing masing pasien.
Itulah kenapa Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 yang juga sekaligus penasehat WOCPM, Drs H.M. Jusuf Kalla memercayakan pemindahan tali pusat cucunya di laboratorium ini.
Beberapa waktu lalu JK dan Prof Deby bertemu di Jakarta. Pertemuan tersebut beragendakan pemindahan tali pusat cucu JK yang berada di luar negeri ke Celltech Stem Cell Laboratory (CSC).

Menurut Deby, profesor pertama antiaging Indonesia ini , teknologi sel punca atau stem cell kini banyak digunakan tak hanya untuk kesehatan tetapi juga kecantikan.
Misalnya untuk menerapkan antiaging. Dia mengembangkan stem cell dari lemak dan darah tubuh pasien itu sendiri. “Stem cell yang saya gunakan untuk berbagai penyakit degeneratif pasien seperti diabetes, stroke, dan estetika. Khasiatnya bervariasi, ada yang beberapa bulan. Diperbaiki hormonnya. Ada yang disuntikkan,” urainya.
Menurutnya antiaging bersifat sangat individual (personal approach). Sehingga tak bisa disamaratakan pada masing-masing pasien. “Masing-masing pasien tak sama. Antiaging setiap pasien adalah istimewa. Sehingga saat stem cell disuntikkan, stem cell punya homing. Dia akan pergi ke mana-mana. Stem cell tahu rumahnya di mana di dalam tubuh manusia. Sehingga salah satunya bisa memperlambat gejala menopause dini,” tegasnya. ***