Beranda Bantaeng IKM Akar Tani Produksi Olahan Kopi dari Greenbeen Hingga Parfum

IKM Akar Tani Produksi Olahan Kopi dari Greenbeen Hingga Parfum

•  Penulis : | Kamis, 8 Oktober 2020, 8:24 WITA
INOVASI. Aroma teraphy hasil olahan kopi yang diproduksi dari Koperasi Akar Tani. Salah satau inovasi IKM dalam meningkatkan nilai ekonomi kopi Bantaeng.

Dari sentuhan IKM Akar Tani, olahan kopi tak hanya untuk seduhan. Berbagai produk ditawarkan untuk meningkatkan nilai jual kopi dari hasil pertanian Bantaeng.

Laporan: ANJAR S MASIGA

Advertisement

Melirik potensi kopi di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng yang kini terpusat dalam satu areal yakni Sentra Kopi Bantaeng. Lokasinya di pusat keramaian Desa Banyorang yang juga ibukota kecamatan. Berbagai Industri Kecil Menengah (IKM) termasuk Akar Tani yang konsen mengelola hasil kopi petani.

Koperasi Akar Tani diketuai Hasri, beroperasi sejak 2016 lalu. Konsen produksi pada green coffee bean atau kopi mentah dan juga roaster coffee bean atau kopi sangrai yang siap digiling untuk kemudian diseduh. Jenis kopi yang diolah yakni Robusta dan Arabika.

“Seperti kopi pada umumnya. Kita mengolah kopi robusta dan Arabika tapi yang banyak diterima di pasaran tentu Arabika,” jelasnya.

Selain produk arabika dan robusta, Akar Tani juga memiliki blend kopi dengan komposisi 60 persen robusta dan 40 persen arabika. Permintaan untuk blend cukup tinggi dibanding produk lainnya.

Untuk penjualan kopi sendiri bukan hanya menyasar pasar lokal, dengan kekuatan media sosial, menjangkau cukup luas. Keaktifan mengikuti pameran juga memberikan kontribusi yang baik terhadap respons pasar. Roaster Bean kini telah memenuhi warkop dan coffee shop tak hanya dari beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, tapi juga dari Gorontalo hingga beberapa daerah di Pulau Jawa.

“Alhamdulillah jangkauannya sudah meluas, dan pasar kita juga menyasar konsumen langsung,” katanya.

Selain untuk seduh, dari olahan kopi itu juga dibuat untuk beberapa produk. Dijelaskan Hasri, sejak 2019, pihaknya mencoba berinovasi untuk mengangkat nilai ekonomi kopi. Hasilnya, ada Body Butter, lipbalm dan juga aroma teraphy.

“Untuk produk-produk lain kita produksi terbatas, karena kami anggap masih tes pasar dan penjualannya masih dari Bantaeng dan daerah tetangga,” ujarnya. (*)