Beranda Pilkada Promotor Pariwisata Provinsi NTT Pulang Kampung Jadi Jubir Milea ASIK

Promotor Pariwisata Provinsi NTT Pulang Kampung Jadi Jubir Milea ASIK

•  Penulis : | Senin, 12 Oktober 2020, 7:34 WITA
Isei Audrey Natanti (Jubir Milea ASIK)

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba nomor urut 2 (dua) H Askar HL – Arum Spink memperkenalkan juru bicara yang merupakan promotor pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perempuan kelahiran Bulukumba 1 Mei 1996 tersebut bernama Isei Audrey Natanti, atau karib disapa Isei. Merupakan ketua komunitas Makassar Bergerak, yang selama ini aktif melakukan pendampingan promosi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Advertisement

Alumnus East China Normal University Shanghai, China itu memilih pulang kampung dan menjadi jubir pasangan bertagline Bulukumba bukan tanpa sebab.
Pasalnya, visi yang diusung oleh Askar-Pipink ia anggap sama dengan apa yang diimpikannya untuk Kabupaten Bulukumba kedepan.

“Saya meninggalkan zona nyaman, memilih pulang kampung dan berjuang bersama Milenial Asik. Karena ada kesamaan pandangan, tidak ingin melihat anak muda hanya menjadi objek disetiap pertarungan politik,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu 11 Oktober 2020.

Selain itu, kata anak didik Gubernur NTT, Victor Laiskodat ini, dirinya memilih berjuang bersama pasangan Bulukumba Asik, karena mengetahui track record pasangan tersebut.

“Saya banyak berdiskusi soal perkembangan pariwisata di Bulukumba, dan ternyata yang kami pikirkan sama. Selain itu, saya selalu ingat perkataan pak Arum. Beliau selalu bilang, berdosa kalau kemampuan yang dimiliki tidak dimanfaatkan untuk membangun kampung halaman,” ucapnya.

Isei adalah tipikal anak milenial yang menyukai tantangan. Meski usianya masih sangat muda, dirinya bisa menunjukkan prestasi gemilang.

Di waktu senggang, perempuan yang masih single ini kerap meluangkan waktu untuk melakoni hobi travelingnya, sembari melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

“Saya berdosa jika membantah dalam diri saya mengalir darah panrita lopi. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil disini (Bulukumba, red). Dan sekarang waktu yang tepat untuk saya kembali dan berjuang memperbaiki kampung halaman,” tutupnya. (Ewa)