Beranda Gowa Tak Ada Anggaran, Jembatan Penghubung Antara Desa di Gowa Terbengkalai

Tak Ada Anggaran, Jembatan Penghubung Antara Desa di Gowa Terbengkalai

•  Penulis : | Minggu, 18 Oktober 2020, 17:42 WITA
Kondisi jembatan rusak di Gowa.

GOWA, RADAR SELATAN–Kondisi jembatan yang menghubungkan antar desa Moncongloe -Tanakaraeng di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa dikeluhkan sejumlah warga.

Warga mengeluh lantaran jembatan yang roboh akibat bencana banjir bandang pada tahun 2019 lalu itu tak kunjung mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Advertisement

Pasca banjir terjadi, jembatan tersebut sempat diperbaiki menggunakan peralatan seadanya. Namun hingga saat ini, kondisi jembatan semakin parah seiring berjalannya waktu. Belum lagi jembatan yang menjadi penghubung antara desa itu tidak pernah sepi dilalui oleh warga yang beraktivitas.

Berdasarkan pantauan Radar Selatan dilokasi jembatan, papan dan balok kayu yang dijadikan alas jembatan memang tidak rata. Sehingga membuat warga yang melintas menggunakan kendaraan kesulitan. Bahkan terkadang warga yang utamanya pengendara perempuan harus turun dari motornya.

Penuturan salah seorang warga di sekitar jembatan mengatakan, sudah banyak warga yang mengeluh ketika melintas diatas jembatan. Pasalnya, sudah ada beberapa warga yang terjatuh dan mengalami cidera.

“Iya, sudah ada beberapa warga yang jatuh dari atas motornya. Karena posisi balok kayu sebagai alas jembatan itu tidak rata,” ungkap Firman Dg Ganyu saat ditemui, Minggu 18 Oktober 2020.

Firman yang juga merupakan salah satu tokoh pemuda di Desa Tanakaraeng itu bercerita bahwa dirinya bersama organisasi pemuda telah berupaya menyampaikan keluhan dari warga kepada pihak pemerintah.

“Beberapa waktu lalu kami bersama dengan warga dan tokoh pemuda berkunjung ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyampaikan aspirasi warga terkait kondisi jembatan,” ungkapnya.

“Pak dewan telah melakukan koordinasi dengan kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Hasilnya perbaikan jembatan akan dilaksanakan tahun depan,” sambungnya.

Menurut Firman, perbaikan jembatan akan dilakukan tahun depan karena Balai Pompengan Jeneberang beralasan sudah tidak ada lagi alokasi anggaran tahun ini karena sudah masuk akhir tahun.

“Harapan kami selaku warga, ada perbaikan tahun ini. Minimal papan jembatan bisa diganti. Apalagi sudah mulai memasuki musim hujan. Jika tidak diperbaiki, kami khawatir jembatan itu kembali roboh,” harapnya. (*) Hendra.