Beranda Bulukumba Organisasi Difabel Nilai Tomy Paling Paham Soal Disabilitas

Organisasi Difabel Nilai Tomy Paling Paham Soal Disabilitas

•  Penulis : | Kamis, 26 November 2020, 8:23 WITA

Abd. Rahman, Direktur PerDIK

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Direktur Yayasan PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan), Abd. Rahman yang selama ini melakukan kerja pengorganisasian disabilitas di kabupaten Bulukumba menyatakan bahwa Tomy Satria Yulianto sebagai calon bupati yang paling mengerti kebutuhan difabel dan siap memenuhi hak-hak dan kepentingan difabel.
Ungkapan tersebut dinyatakan usai Abd Rahman dan tim PerDIK menyaksikan Debat Kedua Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, 23 November 2020.

Menurut Rahman, apa yang dinyatakan Tomy bahwa jika tahun ini tidak terjadi Pandemi covid-19, maka Bulukumba akan menjadi tuan rumah pertemuan nasional penyandang disabilitas ke-empat. “Sejak Tomy Yulianto, masih sebagai wakil bupati dan menghadiri Temu Inklusi ke-3 pada 2018 lalu, Tomy sudah mendeklarasikan kepada ribuan peserta difabel pada temu inklusi di Yogyakarta,” kata Rahman.

Persiapan pemerintah dan masyarakat Bulukumba sebagai tuan rumah perhelatan akbar para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia pun sudah dilakukan. Bukan hanya dilakukan dengan membenahi infrastruktur tapi juga peningkatan kualitas SDM.
Menurut Abd. Rahman, jauh sebelumnya, saat Tomy Yulianto masih sebagai Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Tomy Bersama sejumlah anggota dewan telah menyiapkan rancangan regulasi pelindungan dan pelayanan penyandang disabilitas.

“Kini rancangan Perda itu sudah disahkan menjadi Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Bulukumba Nomor 02 Tahun 2018,” jelasnya.

Selain itu, di masa Tomy sebagai wakil bupati, Tomy sangat aktif memperjuangkan hak-hak difabel, termasuk upaya mendukung proses advokasi difabel berhadapan dengan hukum. Di masanya, Kerjasama pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan lembaga-lembaga yang konsern pada isu disabilitas, PerDIK, dan salah satu lembaga bantuan hukum yang fokus mendampingi isu disabilitas di Makassar sangat intens. “Kami bahkan menyiapkan kapasitas Organisasi Bantuan Hukum daerah dan Aparat Penegak Hukum lainnya serta regulasi terkait. Beberapa kali pertemuan dan pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas para APH dan aktivis disabilitas di kabupaten ini,” urai Rahman.

Kerjasama lainnya yang tampak adalah saat Kementerian sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya datang dan membangun Kerjasama untuk memberi penguatan ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Desa Kambuno dan beberapa desa lainnya sudah menikmati bantuan dan perhatian dari kerjasama ini. Di desa Kambuno, menurut Rahman, terdapat belasan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha skala rumah tangga. Perangkat dan masyarakat desa Kambuno turut mendukung bantuan ini dan menyiapkan rencana tindak lanjut saat difabel memulai usahanya.

Selain upaya-upaya formal tersebut, Tomy dinilai figur pejabat pemerintah yang mudah diajak berdiskusi soal isu-isu disabilitas. Setiap hari peyandang disabilitas 3 Desember, Tomy memberi dukungan kepada aktivis disabilitas. Ia pernah membelikan sejumlah kaos yang diproduksi oleh organisasi disabilitas dan kemudian membagi-baginya kepada aktivis disabilitas. “Itu merupakan contoh kecil kepedulian dan perhatian Tomy kepada difabel,” ungkapnya.

Masih menurut Rahman, beberapa bulan sebelum kampanye Tomy juga mendukung upaya peningkatan kapasitas seluruh perangkat dan kader desa di kecamatan Bulukumpa. Sebanyak 14 desa mengikuti pelatihan desa inklusi dan saat ini sedang menyiapkan pendataan disabilitas dan penganggaran berperspektif disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Abd. Rahman menilai bahwa jika Tomy menjadi bupati nantinya, maka pergerakan disabilitas akan semakin kuat dan upaya pemenuhan hak-hak difabel di tanah Panrita Lopi ini akan semakin luas terpenuhi. (jar)