Beranda Bulukumba Warga Gantarang yang Terkena Penyakit Langka Akhirnya Dievakuasi ke Rumah Sakit

Warga Gantarang yang Terkena Penyakit Langka Akhirnya Dievakuasi ke Rumah Sakit

•  Penulis : | Kamis, 19 November 2020, 6:10 WITA

Minang, saat dievakuasi dan dibawa ke RS Sultan Dg Radja Bulukumba.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Minang, Warga Desa Mannaungi, Kecamatan Gantarang sempat viral di media sosial karena penyakit yang dialaminya. Pasien yang badannya penuh luka bakar itu kini telah dirujuk ke RSUD Andi Sultan Dg Raja Bulukumba oleh legislator Andi Soraya dan Dinas Sosial Bulukumba, Kamis, 18 November 2020.

Advertisement

Andi Soraya Widyasari menjelaskan, pihaknya baru mengetahui ada warga yang mengalami sakit selama berbulan-bulan setelah viral di media sosial dan jadi perbincangan di beberapa group WhatsApp. Informasi awal, perempuan paruh baya tersebut mengalami kanker payudara. Kini hampir seluruh tubuhnya mengalami luka seperti bekas terbakar.

“Tadi kami rujuk dek ke Rumah Sakit. Ini penyakitnya sudah parahmi, dan luar biasa penderitaan si ibu ini. Kulit matinya tadi dibersihkan, diangkat sama petugas medis,” ujarnya, Rabu 18 November.
Humas RSUD Andi Sultan Dg Raja Bulukumba, Gumala Rubiah mengatakan, pasien telah ditangani dokter. Diagnosa sementara pada kulit yang dialami pasien disebut SSJ (Sindrom Stevens-Johnson) yang merupakan penyakit kulit yang langka. Selain itu juga mengalami Ca mammae (carcinoma mammae) atau yang dikenal dengan kanker payudara.

“Pasien masuk dengan kondisi kulit melepuh seluruh tubuh, infeksi, berbau amis yang dialami sudah hampir sebulan. Dan payudara bengkak dan berbabah sudah hampir 7 bulan,” jelannya, sesuai penjelasan dokter dr Nunu yang merawatnya.

Lebih jauh, Gumala menjelaskan, pasien dalam kondisi infeksi berat. Tindakan medis telah dilakukan sesuai instruksi dokter spesialis kulit yang menangani, dr. Timurleng. Telah dilajukan pemberian terapi dan rawat luka.

Kadis Sosial, Syarifuddin mengatakan, untuk lebih lanjut, pihaknya telah melakukan pengurusan keterangan tidak mampu. Dokumen tersebut digunakan untuk menjadi acuan bagi yang bersangkutan mengakses pengobatan gratis.
Sebelumnya, sejumlah komunitas dan donatur sudah memberikan bantuan seperti yang dilakukan Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Bulukumba. Paskas mengumpulkan sejumlah bantuan seperti kasur, masker, tisu, popok dewasa, dan perlengkapan kesehatan lainnya. Relawan Paskas juga ikut mendampingi saat pasien dibawa ke rumah sakit. (Jar)