Beranda Bantaeng Bupati Bantaeng Uji Fungsi SPAMS, Minum Air Bersih Tanpa Dimasak

Bupati Bantaeng Uji Fungsi SPAMS, Minum Air Bersih Tanpa Dimasak

Kamis, 31 Desember 2020, 15:51 WITA

BANTAENG, RADAR SELATAN — Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin kembali melakukan uji fungsi dan serah terima Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kamis, 31 Desember 2020. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ini III ini merupakan kelanjutan program Pamsimas I (2008-2012) dan Pamsimas II (2013-2016).

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin tampak ikut mantau ketersediaan dan kelayakan air bersih dari Pamsimas ini. Dia bahkan terlihat meminum langsung air bersih ini tanpa harus memasaknya terlebih dahulu.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak kepada masayarakat untuk senantiasa menjaga dan memelihara bangunan ini. Menurut dia, bangunan ini adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masayarakat atas ketersediaan air bersih di Kayu Loe.

“Melalui Program Pamsimas ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses sarana air mijum yang aman, serta mampu menerapkan program stop buang air besar sembarangan,” jelas dia.

Dia menambahkan, akses air minum aman tidak harus melalui perpipaan, termasuk menjaga sumber air agar tidak tercemar seperti sumur yang banyak di pedesaan. Oleh karena itu, dia mengaku, upaya ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, di wilayah desa dan pinggiran kota.

Sekedar diketahui, program Pamsimas merupakan salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat difasilitasi untuk secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur air minum dan sanitasi.

Sehari sebelumnya, Ilham Azikin juga menghadiri uji fungsi dan penyerahan Spams di Bungloe, Kecamatan Ulu Ere. Kepala Balai Prasarana Air Permukaan Pamsimas Sulsel, Ahmad Asiri mengatakan, proyek Spams ini sepenuhnya dilakaanakan dan dipelihara oleh masyarakat.

Dia mengatakan, infrastruktur bangunan ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Sehingga, bangunan ini akan dipelihara dengan baik oleh masayrakat. “Tujuannya adalah umur konstruksi bangunannya akan lebih maksimal,” jelas dia.(*)