Beranda Bulukumba Ketum PB HMI Korban Sriwijaya Air di Mata Kader HMI Bulukumba

Ketum PB HMI Korban Sriwijaya Air di Mata Kader HMI Bulukumba

•  Penulis : | Selasa, 12 Januari 2021, 5:04 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (Kahmi). Nama mantan Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mulyadi P. Tamsir masuk dalam daftar manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, sejak Sabtu 9 Jamuari 2021 lalu.
Selain Mulyadi, juga ada nama istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih. Mulyadi diketahui merupakan Ketua PB HMI pada periode 2016-2018.
Kabar kepastian itu juga datang dari Badko HMI Kalimantan Barat (Kalbar). Menyebut nama Mulyadi dipastikan berada di dalam pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182.
“Kita memastikan dan melakukan pencarian informasi valid. Dari data nama yang beredar penumpang yang ada, benar ada kanda Mulyadi mantan Ketum PB HMI,” aku Ketua Badko HMI Kalbar, Fikri Hakil Nur di Pontianak.
Selain Mulyadi dan istrinya, juga ada sebanyak 60 penumpang lainnya yang masuk dalam daftar manifes yang beredar itu. Jadi total penumpang 62, dengan rincian dua pilot, empat kru kabin, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.
Ketua HMI Bulukumba, Asyraful Rijal membenarkan hal tersebut, diakui mantan Ketua PB HMI memang ada dalam penerbangan tersebut yang hilang kontak.
“Benar ada kanda Mulyadi, saya telah berkoordinasi dengan sejumlah ketua cabang tentu ini menjadi duka, belum ada kabar, kita doakan yang terbaik untuk beliau, rencana kita akan menggelar pengajian untuk mendoakan keselamatan Bang Mulyadi,”ujarnya.
Dimatanya sosok Mulyadi P. Tamsir adalah panutan dengan karakter pemimpin yang bijaksana dan penyabar. “Saat itu saya belum ketua saat beliau menjadi ketua PB, tapi saya tahu dekat beliau dengan kader,”ujarnya.
Hal senada juga disampaikan, Rakhmat Fajar Ketua Umum HMI Bulukumba periode 20216-2018, dimatanya sosok Mulyadi P Tamsir adalah pemimpin yang bijaksana dan dekat dengan kadernya.
“Saat saya masih Ketua Cabang, beliau Mulyadi juga menjabat sebagai Ketua PB, kala masih aktif kami biasa berkomunikasi dalam hal-hal perbaikan Organisasi. Yah saya termasuk sering meminta petunjuk dari beliau,” katanya.

Terakhir lanjut dia, pertemuan dengan Mulyadi P Tamsir terjadi saat kongres di Ambon pada 2018 lalu. “Itu pertemuan terakhir saat peralihan kepemimpinannya ke ketua PB Sekarang, beliau orangnya sabar dan bijaksana, jiwa kebapakan, kita doakan yang terbaik semoga ada mukjizat,” ucapnya.(faj)