Beranda Hiburan Film De Toeng, Misteri Ayunan Nenek Sudah Ditonton Puluhan Ribu Orang

Film De Toeng, Misteri Ayunan Nenek Sudah Ditonton Puluhan Ribu Orang

Selasa, 23 Februari 2021, 6:11 WITA

MAKASSAR, RADAR SELATAN – Warga Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Jeneponto patut berbangga dengan tayangnya Film De Toeng, Misteri Ayunan Nenek, secara nasional di bioskop Indonesia. Inilah film produksi lokal yang pertama tayang di bioskop pada masa pandemi Covid-19.

Film ini juga menjadi penanda bahwa bioskop pun bisa bangkit dari keterpurukan akibat dampak pandemi. Menariknya, karena film produksi Turatea Production dan 786 Production ini diputar serentak di 126 bioskop seluruh Indonesia. Pencapaian yang melampaui film-film produksi Makassar yang pernah ada.

Ide cerita film De Toeng berasal dari Asmin Amin yang juga bertindak selaku produser. Ia mengatakan jika respon masyarakat juga terbilang sangat antusias. Karena telah ditonton 30 ribu orang lebih.

Asmin Amin juga menuturkan jika untuk target penonton film ini adalah 65 ribu. “Film ini berangkat dari kisah-kisah masyarakat Turatea di masa lalu, yang masih dipercaya sampai saat ini. Film ini diangkat sebagai wahana memperkenalkan budaya lokal ke kancah nasional,” ucapnya saat pres konferensi di Warkop Kopizone, Jalan Boulevard, Makassar, Minggu (21/2/2021).

Film ini unik, lanjut Asmin Amin, karena cerita awalnya berangkat dari bukit Toeng di Bangkala, Jeneponto. Apalagi, dalam pembuatan film itu tidak dikerjakan secara terburu-buru. Semua dilakukan dengan cara riset dan mencari informasi secara terperinci.

“Kalau ada nama seperti itu, pasti ada cerita di baliknya. Akhirnya kita cari tahu. Setelah enam bulan kita cari tahu, kita tidak temukan maksud dibalik nama bukit itu, kebetulan kita punya teman indigo, dan kita ajak dia ke Gedung Kesenian, kita ritual. Setelah itu, akhirnya disinopsiskanlah cerita ini,” beber Asmin.

Pria yang juga berperan sebagai Karaeng Ledeng di film itu mengatakan, De Toeng memberikan warna baru dalam dunia perfilman Indonesia, sebab mengangkat genre Etnografi.

“Ini genre baru, Etnografi, yang mengangkat cerita lokal ke kancah nasional. Jadi ini cerita tentang budaya Turatea, orang Jeneponto. Diproduksi oleh Turatea Production. Yang juga kental dengan nama daerah.

Karenanya, Asmin berharap masyarakat bisa memberikan dukungan dengan cara menonton langsung di Bioskop.

“Kami berharap masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan memberikan dukungan dengan menonton langsung ke bioskop,” pungkasnya. Ia juga mengajak tokoh-tokoh masyarakay Sulsel bisa mengapresiasi karya kreatif dari Sulsel dengan mengajak lebih banyak masyarakat menonton film ini. “De Toeng masih tayang sampai hari ini, ayo kita tonton ramai-ramai dengan protokol kesehatan. Agar film ini bisa bertahan lebih lama di layar bioskop,” katanya.
***