Beranda Hot News Jubir Gubernur Sulsel dan KPK Beda Asumsi soal OTT, Ini Pengertian Tangkap...

Jubir Gubernur Sulsel dan KPK Beda Asumsi soal OTT, Ini Pengertian Tangkap Tangan

Sabtu, 27 Februari 2021, 21:29 WITA

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat di bandara Sultan Hasanuddin, pagi tadi menunggu penerbangan ke Jakarta.

JAKARTA, RADAR SELATAN — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tiba di gedung KPK pukul 09.45 Sabtu 27 Februari 2021. Nurdin Abdullah sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah ditangkap KPK diduga terkait proyek infrastruktur jalan. KPK dan jubir Nurdin bersilang pendapat soal proses penangkapan Nurdin.
KPK menyatakan Nurdin bersama lima orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Sedangkan jubir Nurdin, Veronica Moniaga, membantah Nurdin kena OTT KPK. “Tidak benar Bapak terkena operasi tangkap tangan. Bapak saat itu sedang istirahat,” kata Veronica.

Seperti apa sebenarnya pengertian OTT?

Pengertian tangkap tangan sebenarnya sudah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 1 ayat (19). Pengertian tangkap tangan adalah sebagai berikut:

Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

Sementara itu, pengertian ‘penangkapan’ berdasarkan KUHAP adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

Sebelumnya, Veronica mengatakan Nurdin dijemput tim KPK saat sedang beristirahat di rumah jabatan. Menurutnya, OTT merupakan operasi yang menangkap seseorang saat sedang melakukan tindak pidana. Sementara itu, Nurdin saat dijemput KPK sedang berada di rumah jabatan.

“Mengenai informasi yang beredar di media bahwa Bapak Gubernur Nurdin Abdullah terkena operasi tangkap tangan itu tidak benar, karena bapak saat itu sedang istirahat,” ujar Vero dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/2).
Tetapi KPK tetap menyatakan Nurdin bersama lima orang lainnya kena OTT dan saat ini mereka saat berstatus terperiksa di KPK.

“Kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang tertangkap tangan, di antaranya kepala daerah tersebut,” ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Sabtu (27/2). ***