Beranda Bulukumba Pantai Pussahelu; Pantai Tersembunyi dengan Pesona Tak Biasa

Pantai Pussahelu; Pantai Tersembunyi dengan Pesona Tak Biasa

•  Penulis : | Jumat, 19 Februari 2021, 7:40 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, terdapat banyak spot wisata yang memesona. Salah satu titik yang tersembunyi adalah Pantai Pussahelu. Pantai yang nyaris tak terjamah karena akses ke lokasi ini benar-benar masih terbatas. Tapi menawarkan pesona yang luar biasa.
Pantai Pussahelu berada di Kawasan Tanjung Bira, Bulukumba. Untuk sampai di pantai kita harus melewati arah ke Pantai Bara. Jarak Pantai Bara ke Pantai Pussahelu kurang lebih 2 km. Jalan belum beraspal tapi sudah bisa dilewati oleh kendaraan bermotor.


Travelling ke Pantai Pussahelu memang butuh tenaga ekstra karena ada beberapa bagian jalan yang masih bebatuan. Kiri kanan jalan berbatu adalah hutan lindung. Pussahelu sebenarnya cukup terkenal di kalangan traveller yang hobi mencari spot-spot wisata tersembunyi. Areanya yang terbilang private karena berada di antara lekukan tebing, membuat Pantai Pussahelu ibarat private beach yang menawan.

Garis pantai Pussahelu tidak panjang seperti Bira dan Bara. Hanya sekitar 50-an meter. Selebihnya adalah tebing karang yang tak begitu tinggi. Tebing karang membentuk cekungan. Seolah menjadi pagar raksasa untuk pantai pasir putihnya.

Salah satu sensasi berada di pantai ini adalah duduk di atas batu karang dan menatap samudera nan luas. Dari atas batu karang kita bisa menikmati gradasi warna laut antara putih, hijau tosca, dan biru laut.

Sejumlah pengusaha tampak mulai melirik lokasi ini. Saat penulis berkunjung di akhir Januari 2021, sejumlah bangunan semi permanen yang peruntukannya sebagai vila mulai ada. Progres pengerjaan vila-vila tersebut belum rampung 100 persen. Di lokasi berbeda, tampak beberapa orang melakukan survei lokasi, juga terdapat pohon di pinggir jalan diberi plang yang bertuliskan nama pemilik tanah.

Dari penjelasan Kepala Desa Bira, Murwala, lokasi tersebut sebagiannya masuk dalam lokasi Taman Hutan Raya (Tahura). Pussahelu sendiri berada di perbatasan Desa Bira dan Desa Darubiah.
“Belum banyak yang berkunjung ke sana jadi masih asri pemandangannya,” ujarnya.
Menurut warga setempat, Rahmat, pemandangan bawah laut Pussa Helu juga menarik. Bagi yang suka diving, lokasi tersebut cocok untuk diselami. Ada banyak kawanan ikan hias yang bermain di antara terumbu karang, dan jika beruntung bisa bertemu dengan penyu yang sesekali melintas mencari makanan.

“Dulu waktu kecil, kalau air surut kami bisa melihat terumbu karang yang indah di sana dan orang-orang juga suka mencari kerang di Pussahelu,” katanya.

Nge-Camp Sambil Menikmati Milky Way

Pantai Pussahelu menjadi pilihan bagi mereka yang suka nge-camp di pantai. Piknik sekaligus camping di lokasi ini menghadirkan sensasi yang berbeda.
Tak ada fasilitas layaknya di Bira. Tapia ada sebuah rumah panggung kecil, di mana pemiliknya mematok tarif untuk berkemah atau camping dan sekadar membilas tubuh usai berenang atau menyelam.
Tarif parkir kendaraan pun sudah ditarik sendiri oleh warga. Untuk motor Rp 10.000 dan mobil Rp 25.000. Pengelolanya juga mempersewakan toiletnya untuk sekali pakai.

Sebagai lokasi camp, pengunjung harus teliti memilih tempat. Di space yang disiapkan pengelola cukup lapang dan rindang, namun angin kencang kadang mengganggu. Spot lainnya bisa dibilang cukup menantang karena berada di tebing karang. Mesti fasilitas serba terbatas, namun indahnya Pussahelu tetap bisa dinikmati bersama komunitas.

Nuni, salah satu wisatawan lokal mengaku senang berkunjung ke Pussahelu. Ia jatuh cinta dengan sunsetnya yang menurutnya jauh lebih romantic dibanding di tempat lain. “Mungkin karena bisa menikmati sunset tanpa gangguan orang banyak ya. Dan rasanya dari sini, sunset itu terasa lebih dekat,” katanya.

Pantai Pussahelu memang masih sepi dan tenang. Mirip Pantai Bara di awal-awal Bara terbuka untuk umum. Tenang dan damai.

Apalagi saat malam menjelang. Jika tak mendung kita bisa menyaksikan milky way di hamparan langis nan luas.

“Berwisata ke sana menurut saya murah meriah yah, sayang kalau tidak nginap dan menikmati pemandangan malam yang indah dan ditemani debur ombak,” kata Nuni. (jar)