Beranda Gowa 290 ASN se-Sulsel Ikut Ujian Kenaikan Pangkat di Gowa

290 ASN se-Sulsel Ikut Ujian Kenaikan Pangkat di Gowa

•  Penulis : | Senin, 22 Maret 2021, 3:05 WITA

Suasana Ujian Kenaikan Pangkat yang berlangsung di Gowa .

GOWA, RADAR SELATAN — Sebanyak 290 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya mengikuti Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah. Ujian kenaikan pangkat ini berlangsung di Balai Diklat Pemerintah Kabupaten Gowa, Minggu 21 Maret 2021.

Kepala BKPSDM Gowa, Muh Basir mengatakan Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijasah ini untuk kenaikan pangkatnya karena pindah golongan dari golongan II ke golongan III (Ujian Dinas Tingkat I) dan dari golongan Ill ke golongan IV (Ujian Dinas Tingkat II).

“Saya berharap peserta bisa melalui ujian ini dengan baik dan lulus semua, sehingga bisa mempergunakan ijazahnya untuk penjenjangan sebagai ASN,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gowa, Muh Natsir Arif mengatakan ujian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar.

Peserta yang mengikuti ujian kenaikan pangkat ini berasal dari beberapa ASN dengan penempatan kerja di wilayah Sulawesi.

“Peserta sebagai besar dari ASN di Kabupaten Gowa. Kalau daerah lain ada dari Pangkep, Barru, Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Toraja, Luwu, Palopo, Mamuju Sulbar, Takalar, Sinjai, dan Bone. beberapa daerah lainnya bahkan ada dari Mamuju (Sulbar) dan Toli-toli (Sulteng),” katanya.

Muh. Natsir Arif menjelaskan pelaksanaan ujian ini berbasis komputer atau sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta menjawab berbagai soal, seperti tes kemampuan umum, kewarganegaraan, Pancasila , Bahasa Inggris dan beberapa ujian wawancara yang dijawab secara tertulis.

“Kita laksanakan sistem CAT sebagai wujud pengaplikasian dari sistem IT yang kita lakukan dan memberikan gambaran bahwa peningkatan SDM ASN kita semakin meningkatkan,” jelasnya.

Selain itu kata Muh. Natsir Arif, ujian ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Sebelum masuk ruangan, seluruh peserta disemprot disinfektan, cuci tangan, memakai hand sanitizer dan memakai masker yang sudah disiapkan oleh penyelenggaraan.

“Yang paling penting adalah penerapan protokol kesehatan. Jadi ujiannya kita bagi empat sesi dengan jumlah peserta sekitar 70 orang, 50 persen dari kapasitas ruangan,” pungkasnya. (*)