Beranda Bulukumba Bakso Beku 169, Brand Lokal Frozen Food

Bakso Beku 169, Brand Lokal Frozen Food

•  Penulis : | Sabtu, 27 Maret 2021, 7:58 WITA

Bakso Beku 169 merupakan salah satu pilihan frozen food yang menarik untuk masyarakat. Selain mendukung brand lokal, mutu produk bersaing di pasaran.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Frozen food belakangan jadi favorit banyak orang karena cara penyajiannya praktis dan cepat. Soal rasa, olahan makanan beku juga enak, dan ada banyak variannya.

Beragam makanan beku tersedia. Ada nugget, sosis, risoles, pastel, kebab dan makanan olahan lainnya. Di Bulukumba, peluang bisnis ini juga digeluti IKM (Industri Kecil Makro) dengan brand Bakso Beku 169. Seperti namanya, produknya fokus pada olahan daging segar dari sapi atau ayam pilihan menjadi bakso.

Bakso Beku 168 dirintis Ilham Ayyub pada April 2020 lalu. Dia menceritakan produksinya kini terjual dalam sepekan di kisaran 200-300 bungkus. Pilihan kemasan mulai dari 330 gram hingga kemasan 1 kg.

“Kemasan besarnya itu kita buat pesanan khusus, misalnya untuk pengolahan bisnis kuliner atau pesanan rumahan untuk hajatan,” jelasnya, Rabu, 24 Maret.

Varian bakso beku yang ditawarkan Ilham, mulai dari bakso sapi, bakso ayam, dan campuran daging (ayam dan sapi) yang dipesan khusus. Kemasan 330 untuk bakso ayam harganya Rp 16 ribu, sementara bakso sapi Rp 22 ribu. Penjualan produk melalui sistem titip dengan bekerjasama beberapa kedai, Ondeway di Jl. Pisang, SheSUKI di Jl. Lanto dg Pasewang, Anugerah Frozen di Jl. Siswomiharjo, Aflaha store di Jl. Muhammad Hatta, dan Nasajifa di Pao,

“Kalau permintaan banyak bakso ayam yah, karena kan yang bakso sapi memang produk baru,” katanya.

Dalam merintis bisnisnya, diakui pria kelahiran Bulukumba, September 1992 itu merupakan perjalanan penuh haru. Ilham memulai segalanya dari nol. Pengetahuan tentang bisnis kuliner masih asing baginya, meski sudah hampir setahun, strategi marketing yang diterapkan diakui masih belum tepat.

“Saya tertolong karena banyak teman yang bantu, termasuk membantu membuka jaringan. Tapi karena ini bisnis pertama saya dan saya bersemangat, jadi selalu menyambut pekerjaan dengan kegembiraan,” akunya. ***