Beranda Bantaeng BRI di Bantaeng Disegel Pemilik Lahan, Efek Sengketa Tak Kunjung Usai

BRI di Bantaeng Disegel Pemilik Lahan, Efek Sengketa Tak Kunjung Usai

•  Penulis : | Senin, 15 Maret 2021, 16:06 WITA
Tampak sebuah tembok digunakan pemilik lahan untuk menyegel kantor BRI unit Lamalaka.

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kantor unit BRI di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng disegel warga. Penyegelan tersebut merupakan buntut atas mediasi sengketa lahan yang tak kunjung usai.

Penyegelan ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Hanya saja, beberapa waktu lalu nasabah masih bisa melakukan transaksi di BRI unit tersebut.

Namun kali ini, pihak ahli waris terlanjur berang hingga terpaksa melakukan penyegelan di sepanjang gerbang masuk BRI unit Lamalaka.

Nampak di lokasi gerbang BRI unit Lamalaka disegel menggunakan seng. Bahkan di dalah satu bagian pintu masuk gerbang tersebut, pihak ahli waris menyegel menggunakan tembok.

Pimpinan unit BRI Lamalaka, Nasri, saat dimintai konfirmasi ihwal penyegelan ini memilih tak mau berkomentar. Sebab menurutnya, hal ini merupakan wewenang kuasa hukum dan Pimpinan Cabang BRI Bantaeng.

“Sebaiknya yang berkomentar dari pihak kuasa hukum kami atau BRI Cabang,” katanya saat dijumpai pada Senin, 15 Maret 2021.

Sementara itu, pihak BRI Cabang Bantaeng tidak tahu menahu soal perkara ini. Hal tersebut disampaikan oleh Humas BRI Cabang Bantaeng, Didin, saat dihubungi melalui selulernya. “Saya tidak tahu pak masalahnya, saya tidak tahu,” ujarnya.

Terpisah, pihak ahli waris, Muh. Said, mengatakan bahwa dirinya sudah menempuh jalur hukum melalui pengadilan. Menurutnya, sudah ada putusan dari Mahkamah Agung sejak 2011 lalu yang memenangkan pihak mereka.

“Kami telah memenangkan perkara ini sampai ke Mahkamah Agung. Namun sampai saat ini pihak dari BRI masih saja mencari dalih, agar bisa tetap menempati tanah kami,” ucapnya.

Dia juga menuturkan, terkait kasus tanah tersebut, pihak Kepolisian Resort Bantaeng telah mencoba melakukan mediasi, sejak adanya putusan dari Mahkamah Agung.

“Polisi telah melakukan mediasi dan bahkan sudah sebanyak enam kali,” tuturnya.

Sekedar informasi, penyegelan kantor BRI ini, sudah kesekian kalinya. Sejak disegel, pihak Kepolisian melakukan pendekatan persuasif, dengan mencoba melakukan mediasi, sehingga segel tersebut dibuka kembali.

“Sudah kesekian kalinya saya segel itu BRI, tapi karena selalu ada upaya mediasi makanya saya buka kembali,” jelas Said.

Diminta Tuntutan Tertulis

Pihak ahli waris, Muh. Said menerangkan, setelah melakukan penyegelan pada Rabu, 17 Februari 2021 lalu, pihak BRI Cabang Bantaeng mendatangi dan memintanya untuk memasukkan tuntutan secara tertulis.

Dengan begitu, tuntutan Said akan segera dikirim ke kantor wilayah. Setelahnya, baru akan diteruskan ke pusat.

“Saya telah memasukkan tuntutan secara tertulis sesuai permintaan mereka, tuntutan itu diterima langsung oleh pimpinan unit BRI Lamalaka, Nasri,” jelas Said.

Salah satu tuntutan yang tertuang tulisan tersebut, yakni pihak ahli waris meminta ganti rugi penggunaan tanah, yang selama 43 tahun ini digunakan oleh pihak BRI.

“Dalam surat tuntutan tersebut, kami meminta BRI untuk membayar ganti rugi penggunaan lahan sebanyak RP 3,5 Miliar, yang sudah selama 43 tahun mereka gunakan,” tegasnya.