Beranda Bantaeng Kadisdikbud Bantaeng sebut Guru IPS sudah keluar dari Zona Nyaman

Kadisdikbud Bantaeng sebut Guru IPS sudah keluar dari Zona Nyaman

•  Penulis : | Selasa, 30 Maret 2021, 15:11 WITA
Penutupan MGMP 2021 di SMP Negeri 3 Bissappu pada Selasa, 30 Maret 2021.
Penutupan MGMP 2021 di SMP Negeri 3 Bissappu pada Selasa, 30 Maret 2021.

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Muhammad Haris menyebut bahwa guru-guru IPS tingkat SMP sudah keluar dari zona nyaman.

Haris menyebut, 11 mata pelajaran sejauh ini menunjukkan progres memuaskan, khususnya di mata pelajaran IPS yang meningkat tajam hingga 65 persen di awal tahun 2021 ini.

Dengan progres mencapai 65 persen itu, kata Haris, menggambarkan bahwa tingkat ketertarikan MGMP dan pelaksanaan program sangat memuaskan.

“Saya melihat bahwa teman-teman sudah keluar dari zona nyaman, teman-teman sudah tidak lagi berada dalam zona di mana dia hanya menggugurkan kewajiban pokok saja (sekedar mengajar),” katanya usai menutup MGMP 2021 di SMP Negeri 3 Bissappu pada Selasa, 30 Maret 2021.

“Tapi dia sudah memiliki pemahaman terkait dengan pengembangan diri (kompetensi) sebagai seorang guru IPS,” sambung Haris.

Dia menyebut bahwa kesepahaman dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik memang dibutuhkan oleh guru IPS.

Terlebih mata pelajaran satu ini, merupakan gabungan dari beberapa mata pelajaran lainnya. “Sehingga memang dibutuhkan kesepahaman dalam sebuah pelaksanaan program itu sendiri,” kata dia.

Selain itu, Haris juga mengajak agar para guru meningkatkan profesionalisme lewat MGMP.

Dia juga berharap MGMP ini semakin menunjukkan progres-progres program.

Sementara itu, Ketua MGMP IPS, Muhammad As’ad berharap kegiatan ini tidak berakhir sampai di sini saja.

Kendati musyawarah telah ditutup, namun progres kedepan harus tetap digalakkan demi tercapainya profesionalisme seorang guru.

Ia juga berharap agar kedepan anggota MGMP ini terus bertambah.

“Tentunya kedepan keaktifan anggota makin banyak. Tentunya hasil yang didapat dari MGMP ini dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” kata As’ad. (*/sid)