Beranda Bulukumba Kecelakaan Kerja, Pelaut Asal Bulukumba Tewas di Taiwan

Kecelakaan Kerja, Pelaut Asal Bulukumba Tewas di Taiwan

•  Penulis : | Selasa, 16 Maret 2021, 10:22 WITA

Pihak Keluarga Almarhum Zulfian (Pelaut asal Bulukumba yang Meninggal di Taiwan) saat melapor ke Sekretariat SPB untuk meminta pendampingan, Senin, 15 Maret 2021.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Salah seorang pelaut asal Kabupaten Bulukumba meninggal akibat kecelakaan kerja di Taiwan, Cina Taipe, beberapa waktu lalu. Korban atas nama Zulfian Anggara merupakan warga Manyampa Kecamatan Ujungloe, diduga meninggal saat bekerja di salah satu kapal ikan di Taiwan.

Almarhum Zulfian telah meninggal sejak 5 Maret 2021, tetapi pihak keluarganya di Bulukumba baru mendapatkan informasi satu pekan setelah meninggalnya korban. “Kami (pihak keluarga, red) baru diberitahukan oleh orang agensi (penyedia jasa tenaga kerja) satu minggu setelah Zul (sapaan akrab Almarhum Zulfian) meninggal,” ungkap salah seorang keluarga korban, Lestiani, kepada RADAR SELATAN, Senin, 15 Maret 2021.

Menurutnya, sampai saat ini jenazah korban masih berada di Taiwan dan pihak keluarga sendiri masih sementara mengurus pengiriman jenazah korban. Untuk urusan kepulangan dan asuransi kematian almarhum, pihak keluarga telah meminta pendampingan ke Serikat Pelaut Bulukumba (SPB).

Dikonfirmasi, BKO SPB, Rudiatman yang menerima laporan dari pihak keluarga korban membenarkan bahwa pihaknya yang dipercayakan untuk melakukan pendampingan atas kasus tersebut di atas.

Menurut Rudiatman, korban bekerja sebagai ABK kapal penangkap ikan di Taiwan baru dua bulan lamanya. “Menurut info kontraknya selama dua tahun, tapi baru dua bulan dia (Almarhum Zulfian, red) jalani,” ungkapnya.

Rudi juga mengatakan bahwa almarhum bekerja di Taiwan melalui salah satu agensi atau perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di DKI Jakarta. “Kami sudah konfirmasi ke agensinya untuk dapat dikoordinasikan ke Perusahaan tempat almarhum bekerja di Taiwan. Kami akan membantu pihak keluarga agar jenazah korban dapat secepatnya dipulangkan,” tutup Rudiatman.***