Beranda Bulukumba Skema Perhutanan Sosial: Jalan Kesejahteraan bagi Petani Hutan

Skema Perhutanan Sosial: Jalan Kesejahteraan bagi Petani Hutan

•  Penulis : | Selasa, 2 Maret 2021, 18:44 WITA

Kepala KTH Jeneberang II, Mustafa meninjau kondisi bibit tanaman yang dikembangkan.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Jeneberang II mengawal program perhutanan sosial di wilayah Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai. Skema perhutanan sosial diyakini mampu meyejahterakan petani.

Kepala KPH Jeneberang II, Mustafa S menjeleskan, perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat. Pelaksanaanya dilakukan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya akan memfasilitasi para Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah kerja KPH Jeneberang II.

“Hal ini dibuktikan dengan keseriusan kami mendampingi atau memfasilitasi kelompok tani HKm/hutan desa setiap waktu ada di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Maret 2021.

Wilayah kerja Jeneberang II sendiri meliputi Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai dengan 34 ijin perhutanan sosial.

“Tujuan program perhutanan sosial yakni mengembalikan fungsi kawasan hutan yang telah diakses masyarakat dan neningkkatkan pendapatan mayarakat sekitar hutan,” terangnya.

Dalam memaksimalkan kegitan perhutanan sosial, setiap KTH didampingi oleh masing-masing pendamping yang ditugaskan.

“Jadi ada namanya pendampin loka atau local champion, mereka bertugas untuk mendampingi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di KTH dampingan,” paparnya.

Mustafa berharap izin Pethutanan Sosial yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat ini mendapat dukungan dari pemerintah kabupataen agar masyarakat bisa lebih berdaya dalam mengembangakan usaha dari hasil pengelolaan hutan. ***