Beranda Bulukumba Dugaan Kredit Fiktif, AO Bank Sulselbar Resmi Tersangka

Dugaan Kredit Fiktif, AO Bank Sulselbar Resmi Tersangka

•  Penulis : | Jumat, 9 April 2021, 7:39 WITA

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Account Officer Bank Sulselbar Cabang Bulukumba berinisial IRR resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kredit fiktif di lingkup Bank Sulselbar Bulukumba. IRR ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis, 8 April 2021.

Dikonfirmasi, kuasa hukum IRR, Syamsurizal Nurhadi membenarkan bahwa kliennya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Kamis malam. “Betul. Sudah tersangka,” singkat Syamsurizal membenarkan kabar tersangkanya IRR saat dikonfirmasi RADAR SELATAN via pesan WhatsApp, Kamis malam.
Syamsyurizal juga menjamin akan kooperatif dalam menjalani proses hukum dan meminta semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah atau presumption of innocence.
“Bahwa kami percaya penyidik Kejati Sulsel akan bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel untuk menyidik perkara ini. Kami menjamin akan kooperatif untuk menjalani proses hukum dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Syamsurizal saat dihubungi RADAR SELATAN, Jumat 9 April.
Soal materi hukum, Syamsurizal mengaku tidak bisa mengatakan terlalu luas. “Namun yang bisa saya pastikan dengan adanya juncto Pasal 55 KUHP, berarti ada peran turut serta, berarti IRR bukan pelaku tunggal,” jelanya.
Kejati Sulsel sendiri sudah melakukan penahanan terhadap tersangka yang kabarnya dititip di Lapas Kelas 1 Makassar sampai 27 April 2021.
Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil mengungkapkan bahwa IRR sudah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi sejak Senin 5 April lalu bersama 4 orang manajemen BPD Sulselbar Bulukumba lainnya.

Berdasarkan pemeriksaan oleh Kejati, kata Idil, Account Officer pada bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba itu, diduga kuat melakukan pemalsuan 160 dokumen pengajuan kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya, dengan nilai kredit secara keseluruhan sebesar 25 Miliar.
Direktur Umum Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengatakan, pihaknya sudah meyerahkan sepenuhnya ke pihak Kejaksaan sebagai lembaga yang berwenang dan berkompeten melakukan penyidikan. “Yang pasti tidak ada nasabah yang dirugikan dalam kasus ini,” tegasnya kepada RADAR SELATAN. ***