Beranda Bantaeng Sri Dewi Yanti; Jadikan TP PKK Lebih Berdaya dan Berkontribusi

Sri Dewi Yanti; Jadikan TP PKK Lebih Berdaya dan Berkontribusi

•  Penulis : | Rabu, 21 April 2021, 14:49 WITA

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kartini masa kini selayaknya memiliki ruang gerak yang lebih. Seiring pergerakan dan perubahan zaman. Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, hendaknya bukan seremoni semata. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi ruang refleksi perjuangan perempuan.
Seperti kata Sri Dewi Yanti, Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Bantaeng. Istri Ilham Azikin, Bupati Bantaeng ini mencontohkan andil kaum hawa di tengah pandemi covid-19 saat ini. Perempuan-perempuan tenaga kesehatan rela berjibaku berdiri di garis terdepan untuk melawan penyebaran covid-19. Sepantasnya, menurut Sri, mereka patut diberi penghormatan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan keberanian dalam menyelamatkan bangsa dari pandemi yang melanda dunia.

“Kehadiran dokter ataupun nakes perempuan, yang rela meninggalkan keluarga, berjibaku sebagai garda terdepan untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan laju penyebaran virus corona harus diapresiasi. Yang sedang hamil pun, masih tetap menjalankan tugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang begitu melelahkan. Hormat dan respect saya kepada mereka. Mereka lah yang patut disematkan sebagai sosok kartini di tengah pandemi covid-19 ini,” kata Sri kepada Radar Selatan, Senin, 19 April 2021.

Bagi ibu empat anak ini, perempuan adalah sosok ciptaan tuhan yang paling istimewa. Sebab perempuan cakap dalam menghadapi situasi apapun yang menimpanya. Ia mencontohkan berbagai kegiatan PKK Bantaeng yang dilakukan sejak awal-awal pandemi covid-19 sampai saat ini.
Meski segala aktivitas harus dibatasi, TP PKK Bantaeng, di bawah kepemimpinan Sri Dewi Yanti, tidak berdiam diri. Mereka mengambil peran dan berkontribusi dalam “melawan” corona. TP PKK Bantaeng membentuk tim, menggerakkan para perempuan dari rumah untuk menjahit sendiri alat pelindung diri seperti masker, hazmat sampai face shield.

“Dengan situasi pandemi Covid 19 ini lumayan berimbas sih dengan kegiatan-kegiatan PKK Bantaeng di awal-awal pandemi kemarin. Tapi bukan berarti bahwa saya vakum sama sekali. Justru di awal pandemi saya selaku ketua TP PKK dan juga Ketua Dekranasda Bantaeng menggerakkan pengrajin yang tergabung dalam Dekranasda Bantaeng untuk memberikan kontribusi dengan menjahit masker berbahan dasar kain,” ungkapnya.

Berbekal modal awal yang dikeluarkan secara pribadi, kata Sri, maka lima anggota dekranasda mulai menjahit masker berbahan dasar kain. “Dan Alhamdulillah bapak bupati Bantaeng merespon dengan cepat sehingga memerintahkan kepada dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian untuk menjadikan posko Covid sebagai tempat menjahit masker dan APD guna mengantisipaai kekurangan masker dan APD pada saat itu,” sambung Ketua Forum Kesehatan Bantaeng ini.

Bahkan pembuatan masker berbahan dasar kain dan APD itu secara tak langsung menggerakkan roda perekonomian, para penjahit di tengah situasi pandemi. Bagaimana tidak, beberapa perempuan yang menggantungkan hidup dari menjahit akhirnya bisa mendapatkan orderan masker dan hazmat.

Aktif sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda dan Ketua Forum Kesehatan Bantaeng, tidak berarti menjadikan seorang Sri Dewi Yanti abai pada tanggungjawabnya sebagai seorang ibu. Ia bercerita soal tantangan yang dilaluinya sebagai seorang perempuan yang harus mengurus anak, meski sesibuk apapun dirinya.
Sri pun tetap mendampingi sang suami sebagai Bupati Bantaeng dan menjadi kawan diskusi bagi Ilham Azikin. “Berbagai kesibukan pasti menyita perhatian dan waktu. Namun sejauh ini, anak-anak bisa memahami dan mengerti,” ujar Bunda PAUD Bantaeng ini.

Sri yang menyelesaikan studi S1 dan S2-nya di Unhas (Ilmu Komunikasi), berupaya sebisa mungkin melakoni perannya dengan penuh tanggung jawab. “Mungkin banyak juga yang melihat apa yang saya lakukan ini belum apa-apa. Tapi saya selalu berusaha menjadi contoh perempuan dengan perilaku hidup sehat, sederhana dan ramah,” terangnya.
ia mengisyaratkan bahwa dirinya harus tangguh, mandiri, dan percaya diri untuk memberi kontribusi yang baik terhadap Bantaeng.

“Alhamdulillah, kurang lebih 2,5 tahun ini mendampingi suami saya selaku bupati Bantaeng, saya sudah mengunjungi wilayah-wilayah terpencil di daerah ketinggian. Melakukan baksos ataupun pemeriksaan kesehatan gratis bersama Dinas Kesehatan. Mendaki gunung, turun gunung di wilayah Eremerasa, Lannying, Loka, bahkan Uluere pun sudah pernah saya kunjungi membawa bantuan, tentunya bersinergi dengan OPD,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai peranan orang tua dalam mendidiknya hingga bisa seperti sekarang, Sri seketika mengenang masa lalu. Tentang pola asuh yang diterimanya dari orang tuanya. Ia mengaku sejak kecil ditempa untuk bermental kuat dan tangguh. Bukan hanya dari keluarga, lingkungan pun mendukung itu. Ia sangat suka berolahraga.
Sejak SMP sampai SMA sudah bermain basket. Sri juga hobi softball, hingga hiking.

Aktivitas-aktivitas itu justru menjadikannya pribadi yang berkarakter dan mandiri. Tidak hanya tangguh tapi juga punya mental kuat dan mudah berinteraksi dengan berbagai situasi yang ada.

Ia pun ingin menjadi contoh untuk anak-anaknya. “Hal-hal positif yang saya lakukan semua berdasarkan pemikiran untuk membentuk anak-anak saya menjadi pribadi yang lebih strong dan mandiri dari pada saya. Dan tentunya berharap mereka lebih sukses daripada kami kedua orang tuanya,” katanya.

Dia juga meyakini, Bantaeng memiliki segudang kartini-kartini yang mandiri, tangguh dan mumpuni di bidangnya masing-masing. Kontribusi mereka, kata dia, merupakan bagian dari keberlanjutan suatu pembangunan.

“Bahwa perempuan Bantaeng adalah sosok pribadi yang lebih mumpuni dan berkualitas. Mereka mampu menunjukkan kualitasnya baik di tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Bantaeng selalu bangga memiliki perempuan-perempuan yang hebat dengan kualitas yang mumpuni. Makanya perlu ruang yang lebar buat para perempuan Bantaeng untuk bisa mengaktualisasikan kemampuannya sebagai kartini-kartini berdarah Bantaeng,” jelas dia. (sidik)

DATA DIRI:

Nama Lengkap: Hj. Sri Dewi Yanti, S.Sos, MSi
Lahir: Parepare, 10 September 1976
Suami: Dr H. Ilham Syah Azikin MSi
Anak:
1. Aura Solthania llhamsyah
2. Aero Solthani Ilhamsyah
3. Ario Solthani Ilhamsyah
4. Arai Solthani Ilhamsyah