Beranda Bulukumba Surat Er, Tersangka Kasus BOK dari Balik Jeruji Besi

Surat Er, Tersangka Kasus BOK dari Balik Jeruji Besi

•  Penulis : | Senin, 5 April 2021, 9:52 WITA

Er, saat hendak memasuki ruang tahanan di Polsek Ujung Bulu pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana BOK 2019.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Penyidik Tipikor Polres Bulukumba sampai saat ini berhasil mengembangkan kasus Korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas tahun anggaran 2019. Pada awalnya penyidik hanya menetapkan satu tersangka yaitu Kasubag Keuangan Diskes Kabupaten 2019, berinisial ER. Kemudian penyidik mengembangkan kasus ini dan beberapa waktu lalu kembali menetapkan tiga tersangka lain yakni Plt Kadis Kesehatan 2019 berinisial AA, Bendahara Diskes 2019 berinisial IR, dan salah satu supir di Diskes berinisial EH.

Semua tersangka kini telah resmi ditahan di dua Ruang Tahanan (Rutan) yang berbeda. ER dan IR ditahan di Rutan Mapolsek Ujung Bulu, sedangkan AA dan EH ditahan di Rutan Mapolres Bulukumba.

Sebelum adanya penetapan tersangka tambahan ini, ER sebagai tersangka pertama memang sempat memberikan keterangan kepada RADAR SELATAN secara eksklusif terkait keterlibatan oknum lainnya di dalam kasus BOK tahun anggaran 2019 dan 2020 ini.

Dan sekarang ER kembali menuliskan surat dari balik jeruji besi dan disampaikan khusus ke RADAR SELATAN untuk dipublikasikan. Berikut isi surat yang dituliskan oleh ER dari balik jeruji besi Rutan Mapolsek Ujung Bulu, pada 31 Maret 2021.

“Tersangka mungkin sebuah status yang hina di mata keluarga dan di mata orang-orang yang lainnya. Tetapi bagi saya tersangka ialah sebuah status di mana banyak pelajaran yang bisa saya petik dari status saya sebagai tersangka saat ini. Tetapi dengan status sebagai tersangka membuat fisik ini tertekan di balik jeruji besi.”

“Jangan salah di balik jeruji besi tidak membuat saya terpuruk. Tetapi sebaliknya saya bisa menjalani hidup saya yang penuh problema dengan tenang. Biarkan orang di luar men-judge sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, itu hak mereka dan saya tidak peduli tentang itu.”

“Dari balik jeruji besi ini akan kubuka lembaran baru dalam hidupku untuk kehidupan yang lebih baik. Saya yakin dengan cara inilah Allah menyayangiku dan Allah menguatkan hatiku. Di dalam jeruji besi ini kurasakan nikmat beribadah yang sesungguhnya.”

“Untuk para sesamaku tersangka. Hidup ini belum berakhir dengan kita di sini (Penjara, red). Yakinlah akan pencucian dosa kita di tempat ini. Jdikan tempat ini agar kita lebih dekat terhadap pencipta dan semoga dari tempat ini Kita bisa menggapai husnul khotimah.”

“Untuk anak-anakku aku bangga bisa menjadi ibu sekaligus ayah untukmu, tersenyumlah sesering mungkin karena senyummu adalah penguat buatku. Dikala aku merasa lelah dengan dunia ini. Aku mencintaimu sejak kau saya lahirkan hingga akhir kematianku. Sehat dan bahagia selalu nak.”

“Untuk ibunda dan saudara-saudaraku maafkan saya belum bisa membuat kalian bahagia. Tetapi saya janji saya akan menjadi anak atau saudara terbaik untuk kalian.”

“Untuk orang-orang yang hadir di saat saya terpuruk saya ucapkan terima kasih banyak. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian semua. Dari kalian lah saya belajar yang mana teman until Jannah, dan tetaplah seperti itu. Wassalam.” (Polsek Ujung Bulu, 31 Maret 2021, ER)

Kasus BOK yang terungkap sejak setahun terakhir ini merupakan kasus korupsi dengan kerugian negara paling besar yang pernah ditangani oleh Polres Bulukumba. Tidak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan para tersangka dari kasus ini, satu-satunya yang bisa dipetik adalah penyesalan selalu datang terlambat. Penjara bisa jadi ruang kontemplasi dan proses untuk perbaikan diri. (*)