Beranda Hot News Tanamkan Nilai Luhur Pancasila, Cara Kapolres Takalar Tangkal Radikalisme

Tanamkan Nilai Luhur Pancasila, Cara Kapolres Takalar Tangkal Radikalisme

•  Penulis : | Senin, 5 April 2021, 21:08 WITA

Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto saat memimpin apel.

TAKALAR, RADAR SELATAN — Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto memiliki cara tersendiri dalam menangkal paham radikal (radikalisme). Menurut dia, salah satu cara menangkal radikalisme adalah dengan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila. Hal itu disampaikan Beny Murjayanto di hadapan seluruh personel Polres Takalar saat memimpin apel pagi di Lapangan Mapolres Takalar, Senin 5 April 2021.

Kapolres Takalar menuturkan pentingnya kita semua kembali mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Kita ketahui bersama bahwa Pancasila tak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia yang mempunyai makna nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila itu menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara dan merupakan nilai yang disepakati secara bersama, oleh karena itu menjadi satu di antara sarana di dalam pemersatu (integrasi) masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Ideologi Pancasila menurut dia berfungsi sebagai sarana pemersatu bangsa Indonesia, memperkukuh, dan memelihara kesatuan dan persatuan, menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan negara serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.

“Maka dari itu, aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat ampuh dalam memerangi paham radikalisme,” jelasnya.

“Kita sebagai personel Polri berserta seluruh komponen bangsa sepatutnya berperan aktif dalam penguatan pengamalan Pancasila sehingga dengan sendirinya dapat mencegah penyebaran paham radikalisme,” sambungnya.

Beny menambahkan bahwa mereka yang terpapar paham radikalisme selalu menganggap kelompoknya yang benar dan menyalahkan kelompok lain serta menentang pemerintahan.

“Radikalisme itu seolah-olah dirinya paling benar, dan yang lain salah. Di negara yang majemuk ini sangat tidak sesuai dan sangat bertentangan dengan ideologi bangsa,” pungkasnya. (*)