Beranda Bulukumba Waspadai Angin Kencang, Nelayan Diminta Radius Dekat Saat Melaut

Waspadai Angin Kencang, Nelayan Diminta Radius Dekat Saat Melaut

•  Penulis : | Minggu, 4 April 2021, 16:54 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ini disampaikan menyusul kondisi cuaca yang cukup ekstrim beberapa hari terakhir ini. Masyarakat pun diminta mewaspadai ancaman bahaya bencana alam berupa angin kencang dan hujan lebat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Akrim Amir, mengatakan posisi sekarang sudah masuk fase peralihan cuaca dari kemarau ke penghujan. Hal itu ditandai dengan kemunculan tanda alam berupa awan mendung, angin kencang dan hujan dengan intensitas rendah. Kejadian tersebut sudah ditemukan sejak beberapa hari ini.

“Kita harap masyarakat lebih mawas diri agar menjauhi pepohonan dan nelayan tidak jauh keluar melaut,” imbaunya.

Peralihan cuaca membuat BPBD Bulukumba meminta pada masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana alam berupa angin kencang. Sebab kejadian tersebut sulit diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Kewaspadaan dilakukan mengingat setiap kali kejadian angin kencang membuat bangunan warga rusak dan pohon tumbang.

“Semua wilayah kami anggap sama terhadap kerawanan bencana alam angin kencang. Sebab angin kencang dapat terjadi dimana saja dan menyebabkan kerusakan sehingga menimbulkan korban. Masyarakat kami minta waspada sejak sekarang,” ujarnya.

Lebih jauh Akrim menjelaskan penyebab lain membuat wilayah Bulukumba dan hampir seluruh wilayah di Indonesia di terjang angin kencang lantaran adanya 2 (dua) bibit siklon tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan Bibit Siklon Tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

Akrim mengutip penjelasan dari Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

“Keberadaan bibit siklon dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.

Sehingga keberadaan bibit siklon tersebut dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatkan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia. “Kondisi itu membuat potensi gelombang tinggi air laut,” tambahnya. ***