Beranda Bulukumba Dhyfa Cake & Cookies; Gudangnya Kue Tradisional Sampai Modern

Dhyfa Cake & Cookies; Gudangnya Kue Tradisional Sampai Modern

•  Penulis : | Jumat, 7 Mei 2021, 22:12 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Bingung belum punya kue untuk Hari Raya Idul Fitri? Hubungi saja Dhyfa Cake & Cookies. Di sini, beragam kue dihadirkan untuk menemani kebahagiaan para pelanggannya. Tidak hanya kue kering atau cookies, Dhyfa Cake & Cookies juga melayani pemesanan kue-kue tradisional.

Selama Ramadan tahun ini, kue-kue tradisional seperti Sikapporo, Pelita Nangka, Lapis Tenun sampai Apang Pisang menjadi menu buka puasa yang diburu pembeli. “Alhamdulillah, di Dhyfa Cake & Cookies kami memang menyajikan kue tradisional yang berbeda. Dari cita rasa sampai pemilihan bahan yang berkualitas,” ujar Owner Dhyfa Cake & Cookies, Musdalifah A. Ganie.

Musdalifah membeberkan beragam jenis kue tradisional yang jadi andalannya. Salah satunya adalah Apang Pisang yang diklaim satu-satunya di Bulukumba.
“Yang jual Apang banyak tapi yang jual Apang Pisang cuma saya dan itu sehari bisa habis 200 biji,” ungkapnya saat ditemui, Kamis, 22 April 2021.

Untuk kue-kue modern, lanjut Dhyfa, sapaan akrab Musdalifah, ada berbagai jenis yang ditawarkan. Mulai berbagai bolu-boluan seperti Marmer Cake sampai Chocolate Ice Cake. Ada juga Pie Susu dan Pie Asin serta dan aneka cake untuk ultah dan hantaran lebaran. Harganya mulai dari Rp 65.000 sampai Rp 100.000 per box.

Khusus Chocolate Ice Cake juga sering disebut kue retak oleh pelanggannya. Itu karena motifnya yang unik seperti retakan. Kue tersebut jadi primadona selama beberapa waktu ini dan bisa terjual sampai 18 box per hari.

“Ini full coklat luar dalam,rasanya pecah di lidah. Luarnya full ganache coklat lalu ditaburi bubuk coklat drink ternama dan tidak bikin enek,” jelas Dhyfa sedikit mendeskripsikan rasa kue buatannya. Sementara untuk kue kering, sejak awal Ramadan orderan sudah masuk. Ada Sultana, Nastar, Kastangel, Chocolate Stick, dan masih banyak lagi.
Penasaran pengen mencoba? Silakan pesan via online di FB Dhyfa Maudhy atau melalui pesan whatsapp 085256435088.

Berawal dari Hobi Masak

Dhyfa Cake & Cookies dirintis Musdalifah A. Ganie di akhir tahun 2015 lalu. Usaha rumahan itu dikembangkan dengan modal awal Rp 850.000. Lima tahun lebih berjalan, brand home made tesebut mulai punya pelanggan sendiri.

Dhyfa menceritakan bagaimana dia memulai bisnisnya. Ia mengaku senang di dapur mempraktekkan resep-resep kue. Tapi itu hanya untuk dikonsumsi keluarga. Orang-orang yang mencicipi hasil buatannya lalu menyarankan agar kuenya dijual saja. Dari hobi masak kemudian menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.

“Saat disarankan jualan, kemudian saya lihat peluang itu. Dukungan bisnis saya bersambut dengan support masyarakat Bulukumba yang welcome sekali dengan jajanan pasar,” ujar perempuan kelahiran Bulukumba 20 Juni 1981.

Awal jualan, Dhyfa turun tangan menjajakan hasil dapurnya. Menu yang ditawarkan pertama kali donat, risoles, panada dan cilok. Menu tersebut kini hanya dibuat saat ada pesanan.

Dalam menjalankan bisnisnya, tentu tak mulus-mulus saja. Ada kalanya Dhyfa menelan kekecewaan karena jualannya yang dipesan online ternyata alamatnya fiktif dan kontak pemesan tiba-tiba off. Untungnya, dia jarang memproduksi banyak di luar dari pesanan yang masuk.

“Yah kadang juga di PHP, kadang juga jualan diutang tapi itu semua resiko dan untungnya kue-kue saya tidak pernah tertinggal,” akunya.

Dari hasil penjualan, Dhyfa sering terharu melihat keuntungan yang diperoleh. Bukan soal jumlah dari jeri payahnya membuat kue. Tapi apresiasi dan berbagi bahagia kepada para pelanggannya.
Soal rencana ke depannya membuka gerai Dhyfa Caké & Cookies, ia berharap bisa terwujud. “Saya juga kan kerja kantoran jadi fokus saya cukup terbagi saat ini,” kata staf di salah satu sekolah menengah atas. ***