Beranda Bulukumba Bulukumba Hanya Dapat Juara Harapan di STQH, Legislator PAN: Tahun Sebelumnya Selalu...

Bulukumba Hanya Dapat Juara Harapan di STQH, Legislator PAN: Tahun Sebelumnya Selalu Dapat Juara

•  Penulis : | Jumat, 11 Juni 2021, 13:09 WITA

Andi Zulkarnain Pangki

BULUKUMBA, RADAR SELATAN – Anggota DPRD Bulukumba, dari Fraksi Partai PAN, Andi Zulkarnain Pangki, menyayangkan raihan prestasi Bulukumba dalam ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) yang diselenggarakan di Kabupaten Sidrap belum lama ini.

Bulukumba harus rela berada di urutan 12 pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Sulsel. Bulukumba pulang hanya membawa dua medali yakni juara harapan di cabang Hafalan 1 Juz dan 30 Juz.

Dibanding tahun 2019 silam, Bulukumba bahkan dapat medali perak dan emas, beberapa tahun sebelumnya bahkan Bulukumba masuk 10 besar. Diurutan enam dari 24 Kabupaten Kota di Sulsel.

Andi Nain sapaan akrabnya, mengatakan kondisi tersebut seharusnya tak terjadi andai Bulukumba mempunyai kesiapan yang lebih matang. Padahal, Bulukumba banyak memiliki rumah tahfidz dan pondok pesantren sebagai salah sumber untuk merektur peserta..

“Yah disayangkan memang, tapi itulah hasilnya. Seharusnya tiap tahun prestasi kita semakin bagus ini malah menurun, apalagi kita ini Kabupaten Dengan Perda Keagamaan. Tahun -tahun sebelumnya kita selalu dapat juara minimal tidak terdepak jauh seperti tahun ini,”katanya menyanyangkan saat ditemui di kantor DPRD Bulukumba, Jumat 11 Juni 2021.

Sebagai Kabupaten yang menerapkan Perda Keagamaan, sudah semestinya seluruh program selalu dinafasi dan dilandasi nilai-nilai keagamaan. Sehingga memang untuk ajang keagamaan Bulukumba seharusnya selalu tampil terdepan khususnya memberikan prestasi lebih di ajang MTQ ataupun STQH.

” Karena sebaik-baik program dan visi-misi pemerintahan, maka program keagamaan lah yang paling baik. Ini menjadi evaluasi pemerintah agar lebih memberikan perhatian khusus kepada program keagamaan, khususnya adik-adik tahfidz,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenang Bulukumba, H. Muh Yunus, mengatakan gagalnya Bulukumba membawa juara dan hanya berhasil meraih harapan satu dan dua, diakui karena kurangnya persiapan. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana sebelum mengikuti ajang MTQ ataupun STQH, para calon peserta dikarantina dan dilakukan seleksi di tingkat kecamatan.

“Tahun ini tidak, dulu kita karantina lalu memanggil pelatih, ini kita tidak lakukan karena faktor finansial ditambah lagi karena Covid-19,” terangnya.

Tidak hanya itu, momentum Pilkada 2020 lalu diakui juga menjadi salah satu penyebab. “Konsentrasi perhatian banyak di Pilkada, jadi perhatian untuk persiapan seleksi terganggu, “katanya.

Ke depan hal tersebut akan menjadi evaluasi agar pada ajang perlombaan selenjutnya Bulukumba bisa meraih prestasi yang lebih baik. “Yah sepanjang perhelatan memang baru tahun ini kita jauh dari target dan hanya dapat juara harapan saja,”tukasnya. (Faj).