Beranda Adaptasi Baru Ekonomi Bangkit, Pedagang Optimis Atasi Krisis

Ekonomi Bangkit, Pedagang Optimis Atasi Krisis

•  Penulis : | Selasa, 6 Juli 2021, 16:06 WITA
Pedagang dan pengunjung sekitar Pantai Seruni Bantaeng mulai kembali beraktivitas.
BANTAENG, RADAR SELATAN — Virus Corona masih membayangi aktivitas di tahun 2021. Meski tak lagi seheboh awal masuknya yakni tahun 2020 lalu. Namun seiring waktu, satu persatu sektor yang terdampak mulai pulih dari ketidakberdayaan karena serangan Corona.
Virus yang tiba-tiba merebak tahun lalu itu sempat mematikan sekian banyak aktivitas. Salah satunya adalah para pedagang kaki lima yang memang membutuhkan pusat-pusat keramaian untuk menjajakan jualannya.
Pedagang kaki lima butuh untuk bertemu dengan banyak orang untuk melakukan transaksi jual beli. Mereka butuh titik-titik keramaian agar dagangan mereka bisa secepatnya habis sehingga terjadi perputaran dalam usahanya.
Namun, sebagaimana diketahui saat awal masuknya Corona dulu, aktivitas terhenti secara paksa. Tak boleh ada pertemuan dan semacamnya, wajib menjaga jarak satu sama lain, bahkan tak boleh melakukan sosialisasi atau dengan sengaja meninggalkan rumah untuk menuju ke pusat keramaian.
Tentunya beberapa hal di atas adalah yang membuat para pedagang terpukul. Apalagi mereka yang harus menjajakan secara langsung dagangan dan tidak memahami berjualan melalui marketplace media sosial.
Begitu pula yang dirasakan pedagang di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Tepatnya mereka yang berjualan di sekitar Tribun Pantai Seruni Bantaeng.
Pantai Seruni merupakan salah satu spot yang biasanya ramai dikunjungi orang-orang pada hari normal. Sehingga pedagang di sana terbilang makmur, sebelum adanya Corona.
Untuk beberapa waktu, pemerintah daerah melarang adanya aktivitas di sana. Sehingga spot yang biasanya ramai mendadak sepi, kafe-kafe berdebu, meja kasirnya tak ada lagi transaksi. Serangan Corona sempat membuat pedagang di sana nyaris frustasi.
“Waktu itu memang berat, utamanya bagi kami yang mengandalkan pengunjung pantai di sini, tapi karena di larang jadi kami tidak ada pemasukan sama sekali,” kata Sari, 54 tahun, salah satu pedagang yang berbagi cerita.
Syukurnya, aksi cepat tanggap pemerintah dan segenap petugas kesehatan bisa segera meredam gejolak Corona saat itu. Lewat penerapan-penerapan kebijakan dan sinergi bersama masyarakat akhirnya perlahan masa sulit itu dilewati.
Imbas virus Corona yang juga menggerogoti kumpulan pedagang mulai berkurang. Mereka perlahan bisa kembali mengisi pundi-pundi pemasukan lewat jualan seperti sediakala.
“Memang belum seutuhnya kembali seperti dulu, tapi pelan-pelan sudah membaik dari awal Corona masuk,” terang Sari.
Orang-orang mulai kembali beraktivitas di sekitar pantai Seruni. Ada yang melakukan senam dengan menjaga jarak satu sama lain, ada yang berlari sore atau bersepeda.
Tentunya dengan kembalinya orang-orang beraktivitas adalah kabar yang baik untuk para pedagang di sana.
“Iya Alhamdulillah, karena seperti car free day tiap Minggu juga sudah ada lagi. Orang-orang mulai berkunjung dan selalu ada pengawasan pemerintah,” kata Sari.
Masa sulit menjadi bagian dari kehidupan semua orang. Termasuk sektor ekonomi dan para pedagang yang secara langsung terdampak imbasnya. Namun bagi pedagang-pedagang di Pantai Seruni, masa itu adalah sebuah pengalaman. Mereka optimis, semua memiliki hikmah dibalik kisah terjadinya. Masa krisis akan berlalu dan masa kemakmuran akan kembali seperti sedia kala. (sid/ian)