Beranda Bulukumba Dua Bulan Petugas PSC Tak Dapat Anggaran Makan Minum

Dua Bulan Petugas PSC Tak Dapat Anggaran Makan Minum

•  Penulis : | Senin, 2 Agustus 2021, 5:47 WITA
BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Sebanyak 35 orang petugas Publik Safety Center (PSC) tak mendapatkan anggaran makan minum selama dua bulan terhitung Januari sampai Februari 2021.

Hal ini diungkapkan, anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tandean. Info tersebut kata Juandy berdasarkan penelusurannya di mana petugas PSC sempat tak diberikan jatah makan selama dua bulan diawal tahun 2021.

“Ini bukan kali pertama. Tahun 2018-2019, realiasi anggarannya ada tapi tidak dirasakan oleh petugas PSC. Dan sekarang terjadi lagi,” katanya, Minggu malam 1 Agustus 2021.

Diapun menilai tak adanya makan dan minum yang diterima oleh nakes di PSC ditengarai karena pengelolaan anggaran yang tidak terarah dari Dinas Kesehatan.

“Kurangnya insentif dan perhatian ke nakes bisa saja menjadi faktor tidak maksimalnya mereka dalam bekerja. Kesejahteraan lagi-lagi harus diperhatikan bagi seluruh tenaga honorer khususnya,” pintanya.

Sementara itu, salah satu petugas PSC yang minta namanya tak disebutkan menjelaskan bukan hanya dia tak diberikan makan pada bulan Januari-Februari 2021, di tahun 2018 sejak Juli-Desember, anggaran makan minum kami juga belum dibayarkan hingga saat ini.

“Kalau di tahun 2019 itu terbayar tapi di tahun 2020 pi, kalau tidak salah ingat per orang untuk uang makan minum kita diberikan Rp900 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator PSC, Ikhwan yang dihubungi tak menampik hal tersebut. Ia mengakui  kurangnya anggaran untuk PSC menjadi salah satu masalah selama ini. Tahun 2021 saja, anggaran untuk PSC hanya Rp300 juta dimana anggaran itu untuk alokasi Insentif Nakes PSC saja.

“Kegiatan saya bukan cuma di PSC saja,  saya  juga melakukan pembinaan klinik-klinik di Bulukumba, membina puskesmas-puskesmas,” ujarnya.

Diakui memang petugas PSC untuk Januari-Februari 2021 tak diberikan makan. Salah satu alasan tidak diberikannya uang makan minum karena anggaran juga dialihkan untuk perbaikan kendaraan operasional termasuk utang BBM.

“Betul Dinda makan minum PSC tidak  dapat di Januari dan Februari, karena SPK nya dengan pihak penyedia makan nanti Maret baru keluar dan itu tidak bisa diuangkan untuk petugas. Makanya rencana pada pembahasan  perubahan anggaran tahun ini, makan minum Januari Februari itu dialihkan untuk perbaikan mobil,” terangnya. (Faj).