Beranda Adaptasi Baru Sajikan Informasi Covid-19, Media Pers Masih Cukup Dipercaya

Sajikan Informasi Covid-19, Media Pers Masih Cukup Dipercaya

•  Penulis : | Jumat, 20 Agustus 2021, 19:57 WITA

JAKARTA, RADAR SELATAN — Di masa Pandemi Covid-19 ini Media Arus Utama atau Pers masih cukup dipercaya oleh publik dan
menjadi media konfirmasi untuk informasi yang didapatkan dari media baru atau
media sosial.

Berdasarkan hasil survei dari Dewan Pers bersama Universitas Dr. Moestopo Beragama, menemukan bahwa media pers berupa media siber dipilih responden untuk mendapatkan informasi
sehari-hari karena kecepatannya menyampaikan informasi (35.5%), karena kemudahan untuk diakses (25.6 %), dan karena informasinya terpercaya (17.1%).

Media siber dipercaya berdasarkan faktor data dan
fakta yang disajikan (42.3 persen), nama besar media (26.2 persen) dan narasumber berita (25.5 persen).

Selanjutnya media Radio berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan (30 persen), narasumber berita (29.3 persen) dan nama besar media (19.6 persen).

Televisi/ televisi streaming berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan (37.2 persen), narasumber berita (30 persen), dan 23 persen karena nama besar media.

Sedangkan Surat kabar harian berdasar faktor data dan fakta yang disajikan (39,5%), narasumber berita (20,5%), dan nama besar media (26,6%).

Dalam survei ini menemukan fakta bahwa media online/siber merupakan media yang paling tinggi digunakan oleh responden dalam mencari kebenaran informasi (32.51 persen), kemudian TV/Streaming sebesar 18,13 persen, dan surat kabar harian (8,26%).

Adapun media sosial Youtube (10,51%), Twitter (7,33 %) dan WhatsApp (6,14%). TikTok merupakan media baru yang juga digunakan saat pandemi yakni sebesar 1.44 persen, lebih tinggi dari Line (0.69 %).

Terkait media yang paling banyak diakses, berdasarkan hasil survei Dewan Pers ini menunjukkan bahwa media baru (Youtube, Whatsapp, Instagram, media siber) menjadi pilihan teratas bagi sebagian besar responden dalam mengkonsumsi media sehari-hari.

Media yang diakses pertama kali oleh responden untuk mendapatkan informasi sehari-hari yaitu
WhatsApp (22.5%), disusul media siber atau media online (22%); dan Instagram (18.7%)
responden.

Diketahui, Penelitian “Kepercayaan Publik terhadap Media Arus Utama di Masa pandemic Covid 19” yang
diselenggarakan Dewan Pers bersama Universitas Dr. Moestopo Beragama ini bertujuan untuk
memperoleh gambaran tentang bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama atau media pers dibandingkan dengan terhadap platform media sosial di masa pandemic Covid 19.

Survei menggunakan instrumen kuesioner melalui Google Form dengan total sample sebesar 1,020 responden yang diperoleh secara systematic random sampling masing-masing 30 sampel per-provinsi di 34 provinsi di Indonesia. Para responden berusia antara 13 hingga 56 tahun. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, dan Cross-Tabulations. Analisis data tersebut untuk menggambarkan secara kuantitatif antar indikator. Analisis
menggunakan
perangkat lunak SPSS (Statistical Program for Social Science). (*)